Dalam rangka menumbuhkan karakter Islami dan meningkatkan keimanan peserta didik, MAS Al-Hikmah Soe mengawali hari pertama pembelajaran di bulan suci Ramadan 1447 H,  dengan rangkaian kegiatan keagamaan yang dikemas dalam program Pesantren Kilat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman MAS Al-Hikmah Soe pada Selasa (24/2/2026) dan diikuti oleh seluruh warga madrasah. Rangkaian kegiatan meliputi shalat dhuha berjamaah, tausiah, serta tadarus Al-Qur’an sebagai bentuk penguatan spiritual di lingkungan Madrasah.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat dhuha bersama yang berlangsung khidmat. Selanjutnya, tausiah disampaikan oleh Muhammad Zahronal Hikmah, (mahasiswa LPL II Universitas Muhammadiyah Kupang). Dalam tausiah bertema “Pentingnya menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, khususnya dalam keutamaan membaca Al-Qur’an”, ia mengajak peserta didik memanfaatkan bulan suci ramadhan kali ini sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an.

Usai pelaksanaan shalat dhuha dan tausiah, seluruh warga madrasah melanjutkan kegiatan dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan tampak menyelimuti kegiatan tersebut, mencerminkan semangat kolektif dalam menghidupkan nilai-nilai Ramadan di lingkungan madrasah. Kegiatan ini menjadi langkah awal pembiasaan ibadah yang terintegrasi dengan proses pembelajaran selama bulan suci Ramadhan.

Kepala MAS Al-Hikmah Soe, Dra. Hj. Musyawarah, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Ramadhan yang bertujuan membiasakan peserta didik lebih dekat dengan Al-Qur’an serta meningkatkan kualitas ibadah. “Kegiatan ini merupakan agenda rutin Ramadan di MAS Soe sebagai upaya membiasakan peserta didik untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas ibadah. Saya berharap seluruh warga madrasah dapat mengikutinya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, sehingga nilai-nilai keislaman benar-benar tertanam dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran selama bulan Ramadan tidak mengurangi kualitas proses belajar mengajar. Penyesuaian waktu dan metode pembelajaran dilakukan untuk menjaga efektivitas belajar peserta didik. “Pembelajaran di bulan Ramadan tidak boleh mengurangi kualitas proses belajar. Justru melalui penguatan nilai-nilai keagamaan ini, kami berharap peserta didik semakin fokus, disiplin, dan mampu menyeimbangkan antara kewajiban belajar dan ibadah,” ujarnya.

Program Pesantren Kilat MAS Al-Hikmah Soe selama bulan Ramadan meliputi berbagai agenda, antara lain shalat dhuha bersama, tadarus Al-Qur’an, tausiah, khatam Al-Qur’an, tahfidz dan hadis, lomba kreativitas, baca tulis Al-Qur’an (BTQ), buka puasa bersama, serta kegiatan berbagi takjil. Hari ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan Pesantren Kilat tersebut sebagai bagian dari pembinaan karakter religius peserta didik.

Melalui pelaksanaan program ini, MAS Al-Hikmah Soe berharap pembiasaan ibadah selama Ramadan mampu membentuk karakter religius, menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan moderasi beragama bagi seluruh warga madrasah. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dan pembinaan spiritual secara seimbang.

-Humas MAS Soe